Saturday, 5 April 2014

PIDATO STIQOM "Jauhilah Tujuh Perkara yang Merusak"

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Yang saya hormati bapak sholikul hadi M.Pd.I selaku dosen mata kuliah bahasa indonesia dan kepada seluruh dosen beserta staf-stafnya yang saya hormati, dan tak terlupakan para mahasiswa – mahasiswi STIQOM yang berbahagia.
Pertama – tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan rahmat, taufik, serta hidayahnya kepad akita semua sehingga kita dapat berkumpul. Dan bertatap muka di kampus kita ini dalam keadaan sehat wal’afiat.
Kedua kalinya sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjunjangan kita Nabi agung Nabi Muhammad SAW. Yang mana beliau telah kmenuntun kita dari zaman jahiliyah menuju jalan yang terang benderang yakni agama islam.
Hadirin yang berbahagia......
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh abu hurairah disebutkan, yang artinya:
Dari Abu hurairah r.a. dari Nabi muhammad SAW, beliau bersbda : “Jauhilah tujuh perkara yang merusak”. Para shabat bertanya : “Wahai Rosulullah, apakah tujuh perkara itu?” Jawab Rosul : “menyekutukan Allah, sihir, membunuh orang yang di haramkan Allah kecuali dengan haq, makan barang riba, makan harta anak yatim, melarikan diri dari peperangan dan menuduh wanita – wanita baik – baik lagi mu’min yang lengah”. (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dari hadits tadi, bisa disimpulkan bahwa ada tujuh perkara yang merusak diantaranya :
1. Menyekutukan Allah atau syirik.
perbuatan ini di dalam agama islam, orang yang melakukan perbuatan ini berarti dia telah meakuan dosa besar. Begitu besarnya dosa syirik maka Allah tidak akan mengampuninya. Sebagaimana dalam firman Allah di dalam al quran surat an nisa’ ayat : 48, yang bebunyi :

“sesungguhnya Allahtidak akan mengampuni dosa syirik,dan Dia mengampuni dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang di kehendakiny. Barang siapa yang menyekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa besar”. (QS. An Nisa’ ayat : 48)
2. Main Sihir
“Sihir” di dalam agama islam dengan tegas – tegas dilarang dan termasuk dosa besar, barang siapa mempermainkannya adalah ia menjadi kufur atau sekurang – kurangnya membawa pada kekufuran. Termasuk dalam dosa besar karena :
a. Mengakibatkan pisahnya seseorang dengan yang dicintainya
b. Sihir dapat menimbulkan sakit pada orang lain
c. Sihir meminta banruan pada setan bukan pada Allah.
3. Membunuh orang yang haram di bunuh
Apabila ada orang mu’min membunuh orang mu’min dengan jalan yang bukan hak, maka sungguh berat sekali resikonya disisi Allah dimana dosanya di sejajarkan dengan dosa syirik. Allah telah berfiman dala surat An nisa’ : 93:

“Dan barang sia[pa yang membunuh seorang mu’mindengan sengaja, maka balasannya adalah jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya”.(QS. An Nisa’:93)
4. Makan harta riba.
Perbuatan riba biasa terjadi dalam jual beli umumnya, dan khususnya pada hutang piutang. Dan orang yang melakukan perbuatan ini biasanya orang-orang yang mempunyai hajat. Agama islam sangat mengutuk prbuatan riba walaupun bagaimana bentuknya. Dalam hadits yang dirwayatkan oleh muslim yang artinya:
“ Bersumber dari jabir : telah mela’nati (mengutuki) Rosulullah SAW akan orang yang makan riba, orang yang berwakil padanya, penulisnya dan dua saksinya.”
Jadi yang mendapatkan la’nat dari perbuatan riba bukan hanya orang yang melakukannya saja, melainkan penulisnya, atau saksi – saksinya, orang yang mewakilinya juga mendapatkan la’nat dari perbuatan tersebut.
5. Makan harta anak yatim
Orang menyelewengkan harta yatim atau menggunakan harta anak yatim secara dhalim. Dan orang – orang yang memakannya telah di kutuk oleh Allah selama hidupnya. Dalam surat An Nisa’ ayat 10 disebutkan:
“sesungguhnya orang – orang yang memakan harta anak yatim secara dholim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala – nyala (neraka)” (QS. An Nisa’:10)
6. Lari dari gelengang pertempuran
Artinya melarikan diri ketika sedang berperang melawan orang kafir. Allah mengancam aorang yang lari dari gelanggang perang dengan neraka jahannam, seperti dalam firman Allah surat Al Anfal: 15-16.
7. Menuduhwanita baik-baik yang mu’min lagi lengah
Maksudnya adalah menuduh wanita-wanita baik-baik yang beriman berbuat zina, padahal tidak pernah tersirat di hati mereka untuk melakukan perbuatan nista tersebut. Main tuduh terhadap perempuan baik-baik dipandang oleh nabi Muhammad SAW satu macam diantara doso-dosa besar yang tujuh macam. Besok di akhirat orang-orang penuduh palsu itu mendapat siksa seperti siksaan adzab orang-orang yang syirik atau dosa-dosa besar lainnya. Seperti dijelaskan dal al quran surat An Nur ayat : 23-24. Yang artinya:
”sesungguhnya orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik yang lengah, lagi beriman (berbuat zina),mereka kena laknat di dunia dan di akhirat, dan bagi mereka adzab yang besar. Pada hari(ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.(QS. An Nur : 23-24)

Demikian pidato yang dapat aya sampaikan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, Amiin. Dan bila ada tutur klta yang kurang berkenan di hati saya mohon maaf yang sebesar – besarnya. Ihdinassirotol mustaqim,
wassalamu’alaikum wr.wb.

Tuesday, 31 December 2013

PIDATO STIQOM "Membangun Moral Remaja"

السلام عليكم ورحمة الله وبركته

بِسْمِ اللهِ مَا شَاءَ اللهُ لاَ يَسُوْقُ الْخَيْرَ إِلاَّ اللهُ مَا شَاءَ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِااللهِ, وَالصَّلاَةُ وَالسَّلَامُ عَلَى حَبِيِيْنَا وَشَفِعِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمُ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ. قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَكَارِمُ الْأَخْلَاقِ مِنْ أَعْمَالِ الْجَنَّةِ, رَوَهُ الطَّبْرَانِى.


Hadrotal Mukarromin poro alim ulama’, sesepuh-pinisepuh ingkang tansah kito mulyaaken. Bapak-bapak, ibu-ibu, hadirin wal hadirot rohimakumullah.
Wonten ing wekdal puniko, monggo kito dereaken muji syukur wonten ing ngerso dalem Allah SWT, kanti ucapan Alhamdulillahi robbil ‘alamin, keranten nikmat-nikmatipun kulo lan penjenengan saget pinanggihan wonten mriki majlis kanti sehat wal afiat. Mugo-mugo kanti raos syukur meniko kito dipun dadosaken umat engkang tansah saget nyukuri sedoyo nikmatipun Allat SWT. Allahummah….. Amin.
Mboten kesupen sholawat soho salamipun Allah mugiyo tansah kapinaring dumateng jujungan kito nabi agung Muhammad SAW, kanti ucapan

اللهم صل على سيدنا محمد, وعلى أل سيدنا محمد

Mugi-mugi kito kegolong umatipun ingkang saget nyonto tindak lampahipun, lan mugi-mugi kito sedoyo termasuk umatipun ingkang pikantk syafa’atipun mbenjing wonten ing dinten kiyamat. Allahummah…. Amin

Poro rawuh ingkang minulyo,

Zaman sak meniko menawi kito tingali, khatah saking manungso ingkang lali kalih kewajiban-kewajibane. Malahan terkadang menwi wonten tiang ingkang remen lan semangat nindaaken tuntutanipun agomo, e…… malah dipoyoki utawi di gojloki, sok agamis lah…., sok suci lah…, lan lintu-lintuipun, saking puniko saget ditingali bilih tiang ingkang ahli ibadah sekalipun kerono kumpulane utowo lingkungane mboten karuwan, piambak’e akhire bakal katut terbawa arus sing mboten apik. Contonipun khatah pak, bu,,, mboten siji loro saking sederek-sederek kulo panjenengan, awalipun piyambak’e ahli masjid, aktivis kegiatan-kegiatan keagamaan, tapi kerono kumpul kaliyan konco-konconipun sing ahli mabuk, akhire piyambak’e yo mengenal sing jenenge MIRAS, narkoba, lan lintu-litunipun, bahkan ngantos kecanduan. Padahal menawi penjenegan pirsani, bocah iku nek wis mendem/mabuk disamping wis ilang akale, tap iwis ora duwe isin,,,,. Padahal Rosulullah sampun dawuh, yen sing sopo wonge ilang roso isine berarti ilang agamane.

Dipu dawuhake:

مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَيَاءٌ فَلَا دِيْنَ لَهُ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَيَاءٌ فِى الدُّنْيَا لَمْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ. – رَوَهُ الدَّيْلَمِى –

“sing sopo wonge ora duwe isin, mongko deweke ora duweni agomo, lan sing sopo wonge ora duwe isin nalikane ono dunyo, mongko deweke ora bakal mleu suwargo.”

Dawuh puniko menawi menawi kulo panjenengan nalar gampang, jelas menawi wonten tiang wadon kok dadi WTS alias adol farjine…. Berarti ora duwe,,,, isin. Tiang sing gaweane mabuk-mabukan turut ndalan, berarti yo wis ora duwe,,, isin. Pejabat gaweane kok korupsi duwite rakyat, berarti yow is ora duwe,,, isin. Mangkane kanjeng Nabi nuli paring sabda :

مَكَارِمُ الْأَخْلَاقِ مِنْ أَعْمَالِ الْجَنَّةِ – روه الطبرانى –

“ Akhlaq utawi nggadahi moral seng apik niku termasuk ciri-ciri perbuatane ahli suwargo.”

Poro rawuh rohimakumllah,

Ningali kahanan ingkang kados mekaten ruwetipun, seng jenenge kemaksiatan-kemaksiatan sak puniko sampun ngedeng mboten isin-isin maleh, terus tugase wong tuwo pripun? Padahal wong tuwo mboten saget ngawasi putra-putrinipun terus-terusan to!!! Sagete kan nalikane ten omah kemawon to!! Padahal kadang-kadang anak-anak niku wonten ing omah biasane malah luwih longko, luwih sering utawi akeh-akehe wektune malah telas wonten sekolahan lan kumpul-kumpul kaleh konco-konconipun.

Bocah seng ketok’e anteng naliko wonten omah, mboten mesti wonten njobo piyambak’e nggeh anteng, iso-iso meneng-meneng nggembol watu, milo poro rawuh, tugas wong tuo niku jagi putra-putrinipun saking pengaruh-pengaruh ingkang mboten sae.

Wonten pinten-pinten coro kangge kulo panjenengan kersane anak-anak kito mboten terjerumus ke dalam hal-hal negative, utawi perbuatan-perbuatan ingkang mboten apik. Ingkang sepindah, tanamkan pendidikan agama, awit anak-anak niku tasih alit ngantos dewasa. Sehinggo menowo agama kok sampun tumancep wonten ati, insya allah putra putri kito mboten gampang terjerumus wonten perbuatan-pebuatan ingkang dipun larang agama. Kanjeng Nabi Muhammad SAW sampun dawuh :

مَنْ يُرِدْ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ – متفق عليه –

“Sing sopo wae dikersaake dadi apik kaliyan gusti Allah, mongko wong kui diparingi kefahaman wonten masalah agama.” HR.Bukhori Muslim
Nomer kalih, ciptakan suasana omah ingkang kondusif lan agamis, akhiripun omah niku saget dadi : بيتي جنتي “Rumahku adalah surgaku.”

Sehinggo putra-putri kito betah wonten griyo, akhiripun jelas mboten kluyuran ingkang mbote wonten faedahe.
Mangkane penjenengan pirsani, biasane bocah niku dadi brandalan ora duwe akhlaqul karimah, mergane keluargane utawi tiang sepuhe berantakan alias broken home.
Poro rawuh ingkang kulo hormati, kaping tigonipun, panjenengan tingali konco-koncone anakk njenengan kados ingkang kulo aturaken, bilih sak apik-apik’e anak panjenengan, menawi kekancan bocah-bocah ingkang ahli mabuk alias mendem, ahli keplek lan lintu-lintunipun, mboten suwe biasane kerono sungkan, utowo supoyo diarani setia kawan, anak panjenengan bakal katut konco-koncone, mabuk bersama, madon bersama, lan udi bareng, giliran ora duwe duwit kanggo tuku minuman akhire merampok berasama, leres dawuhe Rosulullah Muhammad SAW :

مَنْ اَرَادَ اللهُ بِهِ خَيْرًا رَزَقَهُ خَلِيْلًا صَالِحًا إِنْ نَسِيَ ذَكَّرَهُ وَإِنْ ذَكَرَأَعَانَهُ – روه أبو داود –

“Sing sopo wonge dikersaake dadi wong apik kalian gusti Allah, mongko bakal di paringi rizqi rupi konco-konco sing apik, naliko deweke lali mongko konco mau bakal ngelale’ake, lan naliko dewek’e nindaake perkoro sing bener/apik mongko konco mau bakal ndukung/mbantu.” HR. Abu dawud.

Poro rawuh, kulo panjenengan sing jelas kedah ngawasi putro-putri kito, kekancan karo sopo? Yen koncone kok penggawehane mabuk-mabuk mumpung anak panjenengan durung keno viruse, panjenengan enggal-enggal nasehati anak panjenengan, supoyo ora kekancan karo pemabuk mau.

Poro rawuh rohimakumullah,

Terakhir nomer sekawan, niki sing paling angel. Sebab di samping melibatkan tiang khatah, ugo posisi anak-anak kito pas wonten njawi omah diluar pengawasan kulo panjenengan, perkawis ingkang saget njagi putro-putri kito saking kebobrokan moral, yoiku kito ugo kedah memperhatikan lingkungan anak-anak kito, sami ugi lingkungan sekolahanipun utawi kampungipun, jelas perkampungan ingkang agamis, lingkungan sekolah ingkang kondusif sangat berpengaruh kepada perkembangan anak-anak kito, tapi insyaallah poro rawuh menawi panjenengan sampun nyepeng resep nomer setunggal ngantos tigo, insyaallah putro-putri panjenengan siap mengahadapi lingkungan kados nopo kemawon. Mugo-mugo sekedik ingkang kulo aturaken wonten manfaatipun, Allahummah,,,, Amin,,,

Lan mugi-mugi Allah SWT paring dumaateng kulo panjenengan sedoyo keluargo ingkang bahagia sejahterah ingkang barokah, sakinah mawaddah warohmah, lan mugi-mugi kito pinaringan putro-putri ingkang sholih sholihah berakhlaqul karimah, lan lingkngan kito, deso kito mugi-mugi dipun dadosaken panggenan engkang berkah, amin allahummah,,, amin…

Cekap semanten, nyuwun agunge pangapunten, saking sedoyo kekirangan lan kesalahan,,,
Akhirul kalam….

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته